Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2017

Kisah Beruang

Kisah Beruang 

Di sebuah aliran sungai cukup deras, berdiri seekor beruang yang sedang mencari ikan-ikan yang lewat. Saat itu bukan musim ikan bermigrasi sehingga jarang terlihat ikan berenang di sekitar aliran sungai itu.

Dari pagi, sang beruang dengan sabar menunggu mangsanya, matanya selalu sigap mengawasi aliran sungai. Setiap ada benda yang bergerak di dalam air tak luput dari pandangannya. Akan tetapi, matahari berada di atas kepala, sang beruang belum mendapatkan mangsa sama sekali. Perutnya sudah mulai kelaparan.

Hampir saja ia akan beristirahat ia melihat sekelebat benda langsung terbangun lagi dan mengamati dengan cermat. Ternyata seekor ikan kecil lewat di hadapannya dan segera sang beruang menangkapnya.

Ikan kecil itu menggelepar berusaha melepaskan diri, namun usahanya sia-sia karena tangan beruang menggenggamnya dengan kuat. Dan ketika sang beruang akan memakannya, ikan kecil itu berkata," Hai beruang, tolong lepaskan aku. Aku hanyalah ikan kecil, kau tidak akan kenyang makan dagingku. Lepaskanlah aku, nanti kalau aku sudah besar akan datang kepadamu dan kamu boleh memakanku." Kata ikan itu dengan muka memelas.

"Hai ikan kecil, maafkan aku, aku tidak bisa melepaskanmu, aku akan tetap memakanmu sekarang." Kata sang beruang.

Bukankah masih banyak ikan lain yang lebih besar dariku. Aku pasti tak ada artinya bagimu." Kata ikan.

"Hai ikan, tahukah kamu, mengapa tubuhku bisa sebesar ini? Tanya sang beruang.

"Karena kau sudah banyak makan ikan yang besar." Jawab ikan kecil.

"Salah, aku memakan semua ikan yang kutangkap. Aku tidak membedakan mana ikan yang besar atau yang kecil karena tak setiap hari ikan besar melintas di aliran sungai ini." Jelas beruang.

"Ohhhh...." lenguh ikan dengan pasrah.

Senin, 09 Januari 2017

KISAH PEMUDA SANG PENEBANG POHON

Kisah Pemuda Sang Penebang Pohon
KISAH PEMUDA SANG PENEBANG POHON


Di sebuah dusun, ada seorang pemuda yang sedang mencari pekerjaan agar bisa segera melanjutkan pendidikannya. Ia menemui juragan kayu yang membutuhkan karyawan untuk menebang kayu. Pemuda itu segera mengatakan maksud kedatangannya yaitu bekerja kepada sang juragan kayu tersebut. Sang juragan menerima pemuda itu untuk menjadi karyawannya dan menjanjikan gaji yang lebih jika mampu mencapai target yang ditentukan.

Hari pertama, dia bekerja dengan penuh semangat dan berhasil menebang pohon sesuai target yang ditentukan yaitu 9 pohon sehari, padahal pada umumnya karyawan hanya dapat menebang pohon 5-6 pohon. Sang juragan sangat bangga dengan kemampuannya yang luar biasa itu. Dia memberi bonus gaji kepada sang pemuda itu.

"Kalau kamu bisa mempertahankan hasil kerjamu yang seperti ini, saya akan jadikan kamu mandor," kata sang juragan.

Keesokan harinya, pemuda itu bangun lebih pagi dan segera berangkat ke hutan untuk menebang pohon. Dia berusaha bekerja lebih keras lagi. Satu persatu pohon mulai tumbang. Tibalah waktu sore, dia kaget dengan hasil tebangannya, dia hanya berhasil menebang 8 pohon. Dia kecewa dengan hasilnya.

Hari esoknya, pemuda itu berangkat lebih pagi lagi, dia menebang pohon dengan penuh semangat sampai lupa waktu istirahat. Sore harinya sang pemuda menghitung hasil kerjanya. Dia terheran-heran karena hari ini hasil tebangannya semakin menurun. Dia hanya mendapatkan 7 pohon. Karena dia kebingungan akhirnya memutuskan untuk menemui sang juragan dan dia menanyakan tentang hasil kerjanya.

"Pak juragan. Kenapa semakin hari hasil kerja saya semakin menurun. Padahal saya sudah bekerja lebih keras lagi, mulainya lebih awal dan pulangnyapun lebih akhir bahkan saya tidak beristirahat hanya untuk bekerja. Kenapa bisa begitu pak? Apakah ada yang salah dari caraku bekerja?" Tanya sang pemuda dengan muka pasrah. Sang juragan tersenyum.

"Apakah kamu tidak melupakan sesuatu?" Tanya sang juragan.

"Apa itu?" Tanya sang pemuda.

"Sudahkah kau mengasah kapakmu sebelum kapak itu kau gunakan untuk bekerja?" Tanya sang juragan.

Pemuda itu kaget mendengar pertanyaan dari sang juragan. Dia menyadari bahwa dirinya hanya fokus bekerja bekerja dan bekerja, tapi dia lupa mengasah kapaknya. Padahal dengan kapak yang tajam dia bisa bekerja lebih optimal.

Senin, 02 Januari 2017

Kisah Seekor Gajah Sirkus


Kisah Seekor Gajah Sirkus

Pernahkah anda melihat seekor gajah sirkus yang diikatkan pada patok kayu kecil? 

Dia hanya diam saja dan tidak berusaha untuk melepaskan diri. Padahal secara naluriah, gajah adalah binatang yang bebas. 

Sebenarnya gajah diciptakan sebagai binatang yang kuat, yang bisa mengangkat beban 1 ton dengan belalainya.

Tetapi mengapa dia hanya diam?

Hal itu terjadi karena sejak kecil, ketika gajah itu belum kuat, dia diikat dengan rantai besi yang kuat agar tidak dapat bergerak bebas. Gajah kecil tersebut berkali-kali berusaha melepaskan diri tetapi rantai besi itu terlalu kuat dan hanya menyebabkan kakinya sakit. Akhirnya gajah kecil tersebut menyerah.

Tertanam dalam pikirannya bahwa selama  ada yang mengikat di kakinya, ia tidak dapat bergerak bebas. Pikiran itu terbawa hingga dewasa bahwa selama ada yang mengikat kakinya, dia tidak bisa kemana-mana. Bahkan pernah ada seekor gajah yang tewas terpanggang ketika terjadi kebakaran dalam arena sirkus. Padahal kalau mau, dia bisa dengan mudah melarikan diri.

Jumat, 02 Desember 2016

Kisah Di Balik Kesuksesan 3 Orang yang Fisiknya Tidak Sempurna

Kisah Di Balik Kesuksesan 3 Orang yang Fisiknya Tidak Sempurna 
Nick Vujicic adalah seorang yang mungkin secara umum dianggap kurang beruntung. Ia dilahirkan dalam kondisi fisik yang tidak sempurna. Ia tidak punya tangan tetapi hanya sebuah tonjolan daging yang keluar dari pangkal lengannya. Kakinya juga tidak tidak normal karena telapak kakinya hampir menyatu dengan pangkal pahanya.

Mungkin kita merasa malu dan putus asa jika keadaan kita sama seperti keadaan nick. Begitu juga dengan nick, awalnya dia merasa malu dan putus asa dengan keadaannya. Tapi seiring berjalannya waktu, nick mulai menyadari bahwa semua itu adalah karunia dari Tuhan dan pastilah keadaan yang seperti itu adalah yang terbaik untuk dirinya.

Ia mulai belajar memanfaatkan apa yang sudah diberikan oleh Tuhan kepadanya, ia mulai mengerjakan hal-hal seperti halnya orang normal pada umumnya. Ia belajar menulis, berolahraga (renang, bermain bola, bahkan bermain drum).

Dan pada akhirnya dengan memanfaatkan karunia Tuhan dengan baik dia menjadi seorang pengusaha yang mengendalikan perusahaannya dari internet. Ia juga menjadi pembicara internasional.

* * *

Di Jepang, ada seorang pemuda yang bernama Hirotada Ototake. Ia adalah orang yang terlahir dengan fisik yang kurang sempurna seperti Nick Vujicic. Tangannya hanya berupa tonjolan daging dan kakinya hampir menyatu dengan pangkal pahanya. Ia harus menggunakan kursi roda untuk berjalan.

Namun demikian ia tidak mengeluh akan keadaanya apalagi menyerah pada nasibnya. Ia menjalani hidup dengan normal seperti orang normal pada umumnya. Di sekolahan ia juga menjadi aktivis, kegiatan-kegiatan sekolah ia ikuti, bahkan ia menjadi ketua OSIS.

Pada keadaanya yang seperti itu ia terus mengasah kemampuannya dan ia berhasil masuk ke salah satu universitas terbaik di Jepang. Selain itu ia juga aktif berolahraga (bermain basket, baseball, dan berenang. Ia pernah juara pidato bahasa Inggris.

Hidupnya selalu dipenuhi dengan kegembiraan. Ia mengatakan bahwa tidak perlu dilahirkan sebagai orang yang sempurna untuk dapat merasakan kebahagiaan.

Dan pada akhirnya ia di kenal sebagai seorang Motivator  dan ia sudah menulis buku yang berjudul "No One's Perfect" yang mengilhami banyak orang untuk meraih kesuksesan.

* * *

Selain Nick Vujicic dan Hirotada Ototake ada juga seorang pemuda yang tidak memiliki tangan sejak dia dilahirkan. Pemuda itu bernama John, namun ia lebih beruntung dari Nick dan Hirotada.

Waktu itu, ibunya merasa khawatir dengan kondisi John sehingga ia selalu membantu si John dalam menjalani aktivitas sehari-hari John.

Suatu ketika, ibunya menyadari bahwa ia tidak mungkin akan selamanya dapat membantu John. Akhirnya ibunya membicarakan hal itu dengan keluarganya dan akhirnya ibu john memutuskan bahwa John harus mulai belajar mandiri dan mengatakan kepada John bahwa pertolongan terbaik yang dia bisa lakukan adalah membiarkan john untuk membantu dirinya sendiri.

Sejak saat itu, John mulai belajar menggunakan anggota tubuhnya untuk beraktivitas, mulai dari menulis, memakai baju, dan sebagainya.

Ketika beranjak remaja, John sudah terbiasa memanfaatkan anggota tubuhnya untuk beraktivitas (menggoreng telur, menyetir mobil, olahraga berat).

Pada akhirnya John menjadi Motivator dan sering di undang untuk menjadi pembicara.

Suatu ketika ada yang bertanya pada John tentang kondisinya dan ia menjawab, "Ketika Tuhan menciptakanku lahir tanpa lengan, berarti Tuhan menciptakan dunia lain (memberikan kemampuan lain) dalam diriku. Begitulah ia menjawab, walaupun ia terlahir tanpa lengan, tapi ia tetap senantiasa bersyukur dan tidak berburuk sangka terhadap Tuhan.

Rabu, 30 November 2016

Kisah Seekor Anak Elang


Kisah Seekor Anak Elang

Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telurnya. Setelah beberapa hari, di suatu pagi musim dingin, telur itu menetas.

Waktu terus berjalan, hari berganti hari. Anak elang yang berbentuk jelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-bulu halus mulai menutupi tubuhnya. Ia mulai bisa berdiri tegak walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.

Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan, anak elang itu bertanya, "Kapankah aku bisa terbang? "

Induk elang tersenyum dan berkata, "Waktunya akan tiba, Anakku. Sebelum waktu itu tiba, makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat dan kuat. "Usai sang induk berkata, ia merentangkan sayap lalu mengepakkan kuat-kuat. Hanya dalam hitungan detik, induk elang tampak menjauhi sarang, terlihat anggun terbang melayang di angkasa.

Waktu terus berjalan, musim dingin berganti musim semi. Seluruh daratan mulai menampakkan warna-warni yang menyejukkan karena daun-daun pohon mulai bersemi. Anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhi bulu-bulu kasar.

Suatu ketika, anak elang itu berdiri di tepi sarang, ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkeram tepi sarang sehingga meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayap dan mendekati sang anak seraya berkata, "Rentangkan dan kepakkan sayapmu kuat-kuat! " Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang sehingga tak mendengar apa yang dikatakan induknya. Elang jantan menukik cepat dari jauh dan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah. Sayap elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.

Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampu bergerak. Tubuhnya gemetar. Induk elang segera memeluknya.

Peristiwa itu menimbulkan rasa takut pada anak elang. Ia jadi takut untuk belajar terbang, bahkan hanya untuk sekedar berdiri di tepi sarangpun ia takut.

"Bisakah aku terbang? "

"Kamu pasti bisa, kita bangsa burung ditakdirkan untuk bisa terbang!" jawab si induk elang.

"Tapi aku takut" ujar si anak

"Ya, tetapi kamu tetap harus belajar terbang" jawab si induk elang lagi.

"Lalu apa yang harus aku lakukan agar aku berani?" tanya si anak.

"Untuk berani kamu harus mencobanya. Kamu tidak akan pernah bisa terbang kalau kamu tidak mencobanya!"

"Bagaimana caranya?"

"Kamu harus merentangkan dan mengepakkan sayapmu" ujar si induk elang.

Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba si anak elang bertanya lagi.

"Apakah aku mampu terbang ke seberang lautan itu? Tanya si anak.

Dengan tenang si induk elang berkata, "Kalau kau tak pernah merentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak akan pernah tahu, apakah kamu akan mampu melakukannya atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri.

Selasa, 29 November 2016

Kisah Di Balik Kesuksesan Nat King Cole

 Kisah Di Balik Kesuksesan Nat King Cole

Di Amerika, hiduplah seorang pemain piano yang bekerja di sebuah bar. Pemainnya cukup Bagus. Banyak orang yang datang ke bar itu hanya untuk mendengar ia memainkan piano. 

Tetapi suatu malam, seorang pengunjung mengatakan bahwa ia tidak ingin hanya mendengar pianonya, ia memintanya untuk bermain piano sambil bernyanyi. Tentu saja pe. Pemain piano itu menolak karena merasa tidak dapat bernyanyi.

Pengunjung tersebut tetap kukuh. Ia berkata kepada bartender bahwa ia bosan mendengar suara piano saja, ia ingin mendengarnya bermain sambil bernyanyi. Bartender itupun segera memerintahkan sang pemain piano untuk bernyanyi kalau ingin mendapatkan upah.
 
Dengan terpaksa dan malu-malu, ia menyanyi untuk pertama kalinya di hadapan pengunjung. Ia menyanyikan lagu Monalisa yang tidak seorangpun pernah mendengarkan lagu itu sebelumnya.

Sejak saat itu ia sadar bahwa ia mempunyai bakat untuk menyanyi. Suatu hal yang ia. Anggap tidak mampu melakukannya, ternyata merupakan potensi terbesarnya dan mengantarkan ke puncak kesuksesan. 

Ia mulai masuk dapur rekaman bersama grup bandnya di bawah label Capitol Records. Ternyata albumnya terjual jutaan kopi. Ia menjadi salah satu penyanyi terkenal di Amerika dan menjadi orang kulit hitam pertama yang mampu membeli rumah di perbukitan Hollywood. Dialah Nat King Cole.

Kisah di Balik Kesuksesan Charles Schulz

 Charles Schulz

Ada sebuah cerita tentang seorang anak yang biasa dipanggil Sparky. Di sekolah, ia sangat bodoh dan gagal di semua bidang pelajaran saat SMP. Ia juga bodoh dalam pelajaran fisika ketika di SMA. Ia mendapatkan nilai nol saat praktik dan itu membuatnya menjadi siswa terburuk untuk pelajaran fisika dalam sejarah sekolah. Sparky juga tidak bisa pelajaran bahasa latin, matematika, dan bahasa Inggris. Dalam bidang olahragapun ia tidak begitu menguasai. Ia pernah masuk tim golf dan kalah di satu-satunya pertandingan yang ia ikut.

Selain itu, Sparky juga seorang yang pemalu dan terisolasi dari lingkungannya. Sebenarnya, ia tidak benar-benar dibenci oleh teman sekelasnya tetapi tidak ada yang peduli dengannya. Ia bahkan terkejut ketika ada teman yang menyapanya di luar jam sekolah. Ia pun tidak pernah dekat dengan teman gadisnya dan berpacaran. Ia sangat takut jika ditolak.

Sparky adalah seorang pecundang, semua teman sekelas mengetahuinya. Cap itu begitu melekat pada dirinya. Akan tetapi, satu hal yang sangat menonjol dari Sparky yaitu kemampuan melukis. Ia bangga dengan kemampuannya itu walaupun tidak ada seorangpun yang menghargainya. 

Saat ia duduk di bangku SMA tingkat akhir, ia membuat beberapa kartun dan ia kirimkan untuk buku tahunan tetapi ditolak semua. Walaupun penolakan itu terasa menyakitkan Sparky yakin dengan kemampuan melukisnya dan ia memutuskan untuk menjadi seorang seniman profesional.

Setamat SMA, dia menulis surat kepada Studio Walt Disney. Ia mengatakan bahwa ia akan mengirimkan contoh karyanya dan satu contoh naskah film kartun. Sparky menghabiskan sebagian besar besar waktunya untuk menggambar kartun dan mengirimkan semuanya ke Studio Walt Disney. Ia mendapat jawaban dari Studio Walt Disney bahwa semua karyanya ditolak. Sebuah kekalahan lagi bagi seorang pecundang.

Akhirnya ia memutuskan untuk menulis autobiografinya dalam bentuk kartun. Ia menggambarkan masa kecilnya sebagai seorang pecundang kecil dan tidak pernah memperoleh apa yang ia inginkan. Autobiografinya itulah yang akhirnya terkenal diseluruh dunia. Sparky, lelaki yang selalu gagal di sekolah dan selalu ditolak itu adalah Charles Schulz. 

Ia menciptakan komik "Peanuts" yang menggambarkan tokoh Charlie Brown, seorang anak yang tidak pernah dapat menerbangkan layang-layangnya dan tidak pernah sukses menendang bola.

Kisah Seorang Anak Tanpa Lengan Kiri

 Kisah Seorang Anak Tanpa Lengan Kiri

Ada seorang anak yang ketika berumur 10 tahun, lengan kirinya harus diamputasi karena sebuah kecelakaan maut dan tidak mungkin dipertahankan. Dengan kondisinya yang seperti itu, ia tertarik untuk belajar judo. Ia belajar kepada seorang ahli judo dari Jepang.

Dengan semangatnya yang tinggi, ia bisa mempelajari dasar-dasar judo dengan sangat cepat. Tiga Bulan telah berlalu, tetapi ia hanya diajari satu jurus saja.

"Guru, mengapa Guru hanya mengajariku satu jurus saja? Aku ingin belajar jurus yang lain, " katanya seusai latihan.

"Engkau hanya perlu membutuhkan satu jurus itu saja, " jawab gurunya dengan tenang. Sebenarnya ia belum paham maksud gurunya tetapi ia percaya kepada gurunya dan terus berlatih dengan keras.

Beberapa waktu kemudian, ia mengikuti sebuah turnamen untuk pertama kalinya. Karena semangatnya yang luar biasa, ia dengan mudah mengalahkan lawan pertamanya. Pertandingan kedua cukup sulit tetapi ia dapat mengalahkannya. Akhirnya ia berhasil melewati lawan-lawannya sampai di final.

Di final, lawan yang dihadapi adalah juara bertahan. Tubuhnya lebih besar, lebih kuat dan lebih berpengalaman. Pertandingan segera dimulai, ia kelihatan terdesak. Berkali-kali jurus lawan menghajarnya. Wasit melihat ia terluka dan menghentikan pertandingan. Pada saat itu gurunya memprotes agar pertandingan dilanjutkan. Akhirnya wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.

Pertandingan sudah berlangsung cukup lama, ia masih bisa bertahan bahkan musuhnya terlihat mulai frustasi dan kehilangan konsentrasi. Suatu saat, musuhnya melakukan sebuah kesalahan fatal sehingga pertahanannya menjadi terbuka. Ia berhasil memanfaatkan kelengahan itu dan berhasil menjatuhkannya. Ia pun memenangkan pertandingan tersebut.

Sesampainya di rumah, ia bertanya kepada gurunya, "Bagaimana saya bisa mengalahkannya hanya dengan satu jurus saja? " Gurunya menjawab, "Kamu telah menguasai jurus itu dengan sempurna. Satu-satunya cara untuk menangkis jurus itu yaitu dengan menarik lengan kirimu. "

 

© 2013 Belajar untuk bersaing. All rights resevered. Designed by Templateism | Blogger Templates

Back To Top